Tentang LPM

 PROFIL LPM

UST menyelenggarakan Caturdharma perguruan tinggi (pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan pembudayaan yang luhur) untuk menghasilkan lulusan yang unggul berdasarkan ajaran Tamansiswa. Segenap civitas akademika UST melaksankan tugasnya dengan “Tertib Damai Salam Bahagia”. 

Tertib lahirnya, damai batinnya, salam atau selamat dan bahagia yaitu perasaan senang, gembira dan bergairah dalam menjalankan tugasnya. Untuk mencapai semua itu, diperlukan suatu sistem manajemen mutu. Sebagai bentuk otonomi perguruan tinggi, UST Yogyakarta perlu menentukan kebijakan dalam mengelola pendidikannya. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 50 ayat (6) yang menyatakan bahwa perguruan tinggi menentukan kebijakan dan memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan di lembaganya. Pada tahun 2007, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi telah merancang penjaminan mutu pendidikan tinggi sebagai sebuah sistem, dan Agustus 2008 telah tersusun Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi.

Rektor UST Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 2008 mendeklarasikan penjaminan mutu UST Yogyakarta pada acara Dies Natalis ke-53. Oleh sebab itu untuk mewujudkan Visi, Misi, dan Tujuan UST Yogyakarta maka perlu dibentuk dan disusun Sistem Pejaminan Mutu Internal (SPMI).  Dalam hal kelembagaan, UST mendirikan Biro Penjaminan Mutu (BPM) pada tanggal 9 Mei 2008 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor: 14/UST/Kep/Rek/V/2008.  

Pada bulan Oktober 2013 BPM berubah menjadi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor: 121/UST/Kep/Rek/X/2013 yang langsung bertanggung jawab kepada Rektor. Pelaksana penjaminan mutu di tingkat Fakultas/Direktorat yaitu Satuan Penjaminan Mutu Fakultas/Direktorat (SPMF/D) dan di tingkat program studi yaitu Gugus Mutu Program Studi (GMP). UST Yogyakarta akan terus menerus membangun budaya mutu secara berkesinambungan untuk menjadi lebih baik.

Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi,  Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2015  tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Permendikbud Nomor 50 tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, maka Lembaga Penjaminan Mutu UST Yogyakarta perlu membuat Kebijakan SPMI, Manual  SPMI, Standar SPMI dan Formulir  SPMI.

Sistem Penjaminan Mutu UST Yogyakarta dilakukan melalui Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan  (PPEPP) Standar SPMI UST.  Penjaminan mutu UST dilakukan untuk memenuhi kepuasan pelanggan (customers) yang terdiri atas pelanggan internal yaitu pendidik dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam proses pendidikan dan pelanggan eksternal yaitu mahasiswa yang secara langsung menerima jasa dan terkena dampak dari proses pendidikan, orang tua mahasiswa dan  pengguna lulusan. Untuk memenuhi kepuasan pelanggan, dilakukan peningkatan kualitas secara terus menerus (continuous quality improvement). Dengan cara demikian, akan dapat dihasilkan lulusan yang kompeten yang sesuai dengan kualifikasi tujuan (quality in fact).

 

Penjelasan manajemen penjaminan mutu UST Yogyakarta sebagai berikut:

Penetapan (P) Standar SPMI UST merupakan penetapan semua standar dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh UST yang secara utuh membetuk SPMI. Penetapan Standar SPMI UST dimulai dengan tahap perumusan standar, dengan menyiapkan dan mempelajari berbagai bahan dalam menetapkan standar antara lain: Peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan tinggi; Nilai-nilai ajaran Tamansiswa; Visi, Misi dan Tujuan UST; Hasil analisis SWOT. Sebelum menetapkan Standar SPMI UST, Universitas menyelenggarakan pertemuan dengan melibatkan para pemangku kepentingan internal dan eksternal sebagai wahana untuk mendapatkan berbagai saran, bahan pemikiran, ide atau informasi yang dapat digunakan dalam merumuskan Standar SPMI UST.

Pelaksanaan (P) Standar SPMI UST merupakan pelaksanaan setiap standar yang telah dinyatakan tertulis dalam SPMI sehingga standar tersebut dapat dipenuhi. Pihak yang melaksanakan Standar SPMI UST adalah Rektor, Wakil Rektor, Dekan/Direktur, Ketua Program Studi, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UST bertindak sebagai koordinator dan supervisor terhadap pelaksanaan semua Standar SPMI UST di setiap unit kerja.  

Evaluasi (E) Standar SPMI UST merupakan kegiatan untuk mengevaluasi terhadap proses, keluaran dan hasil dari pelaksanaan Standar SPMI UST. Evaluasi atas pelaksanaan Standar SPMI UST dapat berbentuk diagnostic evaluation, formative evaluation, summative evaluation.

Pengendalian (P) Standar SPMI UST merupakan tindak lanjut atas hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi. Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan isi standar telah sesuai dengan apa yang direncanakan sehingga dipastikan isi standar akan terpenuhi, langkah pengendalian di UST hanya berupa agar hal positif tersebut tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya. Apabila ditemukan kekeliruan, ketidaktepatan, kekurangan atau kelemahan yang dapat menyebabkan kegagalan pencapaian isi standar, UST melakukan pengendalian. Langkah pengendalian berupa tindakan korektif atau perbaikan memastikan pemenuhan kriterian di dalam standar.

Peningkatan (P) Standar SPMI UST merupakan kegiatan meningkatkan atau meninggikan isi atau luas lingkup standar. Kegiatan peningkatan Standar SPMI UST menggunakan Kaizen atau continuous quality improvement dan akan dapat dilakukan apabila masing-masing standar telah melalui keempat tahap dalam siklus SPMI.

TAHAPAN MEMBANGUN BUDAYA MUTU

Pembangunan budaya mutu di UST dilakukan secara bertahap berdasarkan slogan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya, Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani sebagaimana dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara.

 

TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB UNIT PENJAMINAN MUTU

Tugas dan Tanggung Jawab LPM UST

Organisasi penjaminan mutu UST Yogyakarta untuk tingkat universitas terdiri dari Senat Universitas, Pimpinan Universitas, dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Pimpinan universitas adalah Rektor dibantu Wakil Rektor. Pimpinan universitas bertanggung jawab terhadap keterlaksanaanya penjaminan mutu UST Yogyakarta yaitu penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pembudayaan yang luhur. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) membantu pimpinan universitas dalam menjalankan penjaminan mutu akademik.

Tugas LPM UST Yogyakarta yaitu: 

  1. Merancang struktur organisasi dan mekanisme kerja SPMI UST
  2. Merencanakan Standar SPMI UST
  3. Membuat perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Standar SPMI UST
  4. Melaksanakan SPMI UST secara berkelanjutan
  5. Melakukan audit internal terhadap pelaksanaan Standar SPMI UST
  6. Melaksanakan koordinasi dan pendampingan terhadap Satuan Penjaminan Mutu Fakultas/Direktorat (SPMF/D) dan Gugus Mutu Program studi (GMP)
  7. Melaporkan pelaksanaan SPMI UST secara berkala kepada Rektor

 

Tugas dan Tanggung Jawab SPMF/D UST

Pimpinan fakultas/direktorat adalah dekan/direktur yang dibantu wakil dekan/direktur. Pimpinan fakultas/direktur bertanggung jawab melaksanakan penjaminan mutu di tingkat fakultas/direktorat. Satuan kerja penjaminan mutu tingkat fakultas/direktorat disebut Satuan Penjaminan Mutu Fakultas/Direktur (SPMF/D). SPMF/D memiliki tugas dan tangung jawab sebagai berikut:

  1. Merencanakan organisasi dan mekanisme kerja SPMI di tingkat Fakultas/Direktorat
  2. Merencanakan Standar  SPMI di tingkat Fakultas/ Direktorat
  3. Membuat perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Standar  SPMI di tingkat Fakultas/ Direktorat
  4. Melaksanakan monevin implementasi Standar  SPMI secara berkelanjutan di tingkat Fakultas/Direktorat
  5. Tindak lanjut berdasarkan rekomendasi hasil monevin  implementasi Standar  SPMI yang dilaksankan oleh auditor
  6. Meningkatkan Standar  SPMI di tingkat Fakultas/ Direktorat
  7. Melaporkan implementasi SPMI secara berkala kepada Wakil Rektor I, Dekan/Direktur, dan LPM.

 

Tugas dan Tanggung Jawab GMP UST

Pimpinan Program Studi adalah Ketua Program Studi. Ketua Program Studi bertanggung jawab melakukan dan menjamin mutu Caturdharma perguruan tinggi, yaitu penyelenggaraan dan penjaminan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pembudayaan yang luhur di tingkat program studi. Satuan kerja penjaminan mutu tingkat program studi disebut Gugus Mutu Program studi (GMP). GMP memiliki tugas, tanggung jawab, hak, dan kewajiban sebagai berikut:

  1. Membentuk kelompok dosen rumpun ilmu dalam lingkup program studi
  2. Bersama dengan kelompok dosen rumpun ilmu merencanakan Standar SPMI dalam lingkup program studi
  3. Bersama dengan kelompok dosen rumpun ilmu mereview silabus, RPS, soal ujian dan tugas akhir dalam lingkup program studi
  4. Melaporkan pelaksanaan SPMI secara berkala kepada  Wakil Rektor I, Dekan/Diektur, Ketua program studi, dan LPM.